Header Ads

Antrean Baca
recent

Seni Awal Penciptaan


Diri-diri saling membumbung menanggalkan tanggal-tanggal
Menyeka batas-batas normal demi keintiman awal penciptaan
Dalam desah yang basah
Dalam resah yang payah
Getaran yang menggunjing inti hidup menggemparkan selongsong otak di kulit
Menjalar bag lilitan ular yang menusuk-nusukkan bisanya yang basa
Dua desah saling beradu dalam ruang yang dipenuhi kunang-kunang
Terbaring bersama cengkraman nafsu yang rakus
Semak-semak terbelai, lilitkan getar-getar yang dipenuhi lendir-lendir surgawi
Meresah dalam pasrah, desah basah menggeledah gundah yang payah
Rentetan penusukan dari segala arah mengalirkan anyir-anyir, berkunang-kunang
Menelan ribuan awal kehidupan dalam satu tenggakkan yang getir
Mengalir-alir dalam rona wajah yang kepayahan namun terlamun senyum
Di ujung puncak malam yang dipenuhi gerah berdarah
Awal dari kehidupan masih bisa berlangsung dalam kurungan dan ikatan nyata
Dan menyibak belukar-belukar yang menyekarkan nafsu yang tertimbun lelah
Tautkan lagi rentetan tusukkan yang akan membawa surga ke dalam pangkuan
Surga tak pernah dan tak akan pernah berakhir dalam alur malam yang sama
Yang mengabadi dalam kurungan masa yang bisa diputar-balikkan
Hingga mengabadi bersama kenyataan yang berbalut lendir-lendir
Dan lahirlah satu kehidupan yang tabu

No comments:

Powered by Blogger.