Header Ads

Antrean Baca
recent

Just Play It!


Adalah aku, yang bermain dengan kata-kata yang tertimbun dan yang mengarat dalam lembaran-lembaran suci penuntun hidup. Yang mengisyaratkan aku adalah sebuah boneka yang tak akan bisa dan pernah bergerak sesuka hati. Sesuka hati? Apa benar aku dan kalian itu memiliki hati jika sejak awal tak pernah bisa bergerak sesuka hati. Sejatinya aku adalah perintah yang harus tunduk dan tertanduk oleh tulisan-tulisan yang memprasasti, yang menjadi panutan segenap para penganutnya, dan aku adalah salah satu yang dipaksa untuk membacanya dan harus tunduk.
Jika memang aku memiliki hati yang katanya adalah tempat yang paling suci untuk memproses semua hal yang berbau kebaikan dan keburukan, lantas apakah aku tak bisa menentukan kebaikan dan keburukkan itu sendiri? Bahkan, jika tanpa ada prasasti itu pun aku juga masih bisa memilah-milah. Mungkin ini egois, ya sangat egois sekali untuk seorang boneka yang tak punya hak untuk menggunakan hatinya yang sekedar tertempel dan menempel.
Jika aku adalah boneka, maka sejak aku tercipta hingga terbuang dan membusuk di sudut tempat pembuangan semua itu adalah ulah dari apa yang telah kau mainkan dan tentukan dari awal. Lantas aku sendiri yang harus menanggung semua luka-luka dari apa yang telah kau mainkan, dan memang semua kebaikan-kebaikan dari apa yang kau mainkan kembali padaku juga, namun itu sesaat saat aku masih baru. Namun luka-luka yang kau berikan itu kekal hingga aku busuk dan karena kau peduli kau perbaiki aku lagi untuk kau lukai lagi, lalu siapa disini yang tak punya hati?
Inilah permainanmu yang mungkin bosan dengan segala kemahaan, kau buat aku dan tentukan jalan hidupku hingga jalan kematianku. Kau atur segala urusan tentang ku, dan saat ku memilih jalan kebaikan, kau berikan jarum-jarum yang kau sebut sebagai hiburan agar lebih seru jalanku dalam menggapai kematian yang kekal. Kau kan puja jika kau mempermain ku dengan baik meski ada sedikit luka-luka yang membekas, namun aku tak akan meninggalkanmu jika luka-luka dari jalan yang telah kau buat itu semakin memperdalam lumbung luka di hati, mungkin hanya sekedar mengabaikanmu dan untuk menarik hatimu agar lebih berhati lagi dan menghargai setiap apa-apa yang telah kau ciptakan. Meski itu menyebalkan ku, ku mainkan saja permainmu!.

No comments:

Powered by Blogger.