Header Ads

Antrean Baca
recent

MASOCHIST


Debar adrenalin terjalin dalam degup yang redup
Seka-seka tubuh terpotong mengantarkan aroma gigil yang patil
Dan waktu yang berdetik dengan lentiknya mendustakan tawa jijiknya
Detik-detik yang berdetik memainkan nada sumbing penghantar kehancuran jiwa
Tubuh yang semakin sekarat dari dalam mengerang kenikmatan
Meski dalam siksa yang tabu, adrenalin kenikmatan tetap terlaksana
Ah... aroma kematian tak pernah senikmat ini
Debar adrenalin terjalin dalam degup yang redup
Berdua saling telanjang menerjang batas norma yang abnormal
Siksa-siksa laksana setrika yang bolak-balik mengusutkan getar jiwa
Berdua saling tumpang tindih dalam gelap hasrat yang manusiawi
Bersama jerit kenikmatan berbalut emosi, memuntahkan benih dari dalam lubang jiwa
Dan menebarkannya ke seantero imaji pekat yang nikmat, lekat dalam penghancuran moral
Abaikan batas-batas normal yang abnormal di dunia egoistik
Tak usah pedulikan apa yang akan terjadi di tapak kaki esok
Terus saja balutkan lendir-lendir kenikmatan yang mematikan ini
Dan hingga tumbuh benih yang lainnya yang lebih mematikan lalu penuh dengan kenikmatan
Rasa ini dipenuhi rasa syukur yang tak terkira di ujung alam fana nan imaji
Yang selalu tersembunyi dalam gelap jiwa
Dan tak akan pernah terbagikan dengan jiwa-jiwa lain yang tak saling terikat erat
Inilah rasa rahasia yang membuat hidup berlangsung lebih lama dan mendebarkan
Berbalut erangan dan tawa puas yang tersembunyi di dalam lubuk jiwa.

No comments:

Powered by Blogger.