Kau Ada Untuk Ku
Dalam
jutaan kemungkinan, mungkin kau adalah kemungkinan yang terbilang, unik
Dalam
jiwaku yang remuk ini, puing-puingnya kau pungut dan kau pun rela
Menjadi
pemulung yang menyebarkan senyum saat menyusun satu-persatu balok jiwaku
Aku
yang meranggas sendiri dalam balut getir kehidupan tanpa cahaya
Tanpa
ragu kau hembuskan titik-titik noda hati demi menghidupkan jiwaku
Jiwa
yang telah lama membusuk dalam kurungan waktu yang sangat bermoral
Yang
menyetir jiwa buruk ke dalam kubangan bernama segan yang sungguh membosankan
Dengan
cahaya yang kau bawa untuk jiwaku
Menerangi
tiap ruam dan ruang jiwa matiku yang membusuk ini
Kau
ada untuk ku
Sungguh
kata-katayang sangat amat jarang sekali ada dalam sudut hati selama ini
Kata-kata
tabu yang seharusnya tak pernah ku ucapkan lewat bibir kotor ini
Menjijikkan!
Tapi kau tak seinchipun merasakan getar gigir rasaku itu
Yang
merasa bahwa sinaran lembut senyummu itu adalah hal yang sangat amat mahal
Untuk
jiwaku yang sekian lama ini direndam dalam sop kebencian diri dan orang lain
Rasanya
tak pantas jika tangan lembutmu itu meraih jiwa ku dalam kubangan menjijikan
ini
Tubuhku
yang dipenuhi lendir kebencian, yang mungkin akan mengotori lembut tanganmu
Namun,
apapun itu aku sangat berterimakasih atas senyum yang hangat itu
Akan
selalu ku gantung kehangatan senyum itu dalam bilik imajiku yang masih bersih.
No comments: