Header Ads

Antrean Baca
recent

Kau Ada Untuk Ku


Dalam jutaan kemungkinan, mungkin kau adalah kemungkinan yang terbilang, unik
Dalam jiwaku yang remuk ini, puing-puingnya kau pungut dan kau pun rela
Menjadi pemulung yang menyebarkan senyum saat menyusun satu-persatu balok jiwaku
Aku yang meranggas sendiri dalam balut getir kehidupan tanpa cahaya
Tanpa ragu kau hembuskan titik-titik noda hati demi menghidupkan jiwaku
Jiwa yang telah lama membusuk dalam kurungan waktu yang sangat bermoral
Yang menyetir jiwa buruk ke dalam kubangan bernama segan yang sungguh membosankan
Dengan cahaya yang kau bawa untuk jiwaku
Menerangi tiap ruam dan ruang jiwa matiku yang membusuk ini
Kau ada untuk ku
Sungguh kata-katayang sangat amat jarang sekali ada dalam sudut hati selama ini
Kata-kata tabu yang seharusnya tak pernah ku ucapkan lewat bibir kotor ini
Menjijikkan! Tapi kau tak seinchipun merasakan getar gigir rasaku itu
Yang merasa bahwa sinaran lembut senyummu itu adalah hal yang sangat amat mahal
Untuk jiwaku yang sekian lama ini direndam dalam sop kebencian diri dan orang lain
Rasanya tak pantas jika tangan lembutmu itu meraih jiwa ku dalam kubangan menjijikan ini
Tubuhku yang dipenuhi lendir kebencian, yang mungkin akan mengotori lembut tanganmu
Namun, apapun itu aku sangat berterimakasih atas senyum yang hangat itu
Akan selalu ku gantung kehangatan senyum itu dalam bilik imajiku yang masih bersih.

No comments:

Powered by Blogger.