INSIDE
Tumpukan
sisa-sisa kebodohan menumpuk di sela-sela otak
Mengotori
hati hingga buta dan bisu, membusukkan batin
Ruang
batin makin gelap, pelita mati dalam pekat
Titik-titik
tak lagi berarti antik, hanya menggelitik pelik di hati
Tercecer
makian diri di dalam ruang hati bersama otak yang sekarat
Yang
tersayat oleh waktu-waktu yang telah berlalu bersama kegoisan dan kebodohan
Jiwa
terpatung dalam kumkum waktu
Jiwa
terpasung dalam kurungan diri yang gila akan kegilaan
Menelan
diri dalam-dalam hingga ke inti dan tenggelam dalam-dalam
Semakin
gelap tanpa cahaya
Ruang
hati dan batin memperkosa otak untuk memahami satu kenyataan
Semua
hiasan yang pernah dan akan ada di ruang batin terpaut oleh satu kuasa
Kuasa
yang tak menguasakan hati dan otak untuk saling mengetuk
Hingga
tetesan air mata membanjiri ruang batin, dustakan saja terus namamu!
No comments: