Kata itu hilang
Kata itu hilang
Pastinya tidak pernah ku tahu
Namun rasanya perlahan dan pasti
Kata-kata itu mulai hilang
Seiring dengan hilangnya sebongkah
hati
Mungkin ini kekanakan
Mungkin saja ini adalah awal yang
baru
Untuk lebih menjadi manusia yang
manusia
Kata itu telah hilang, doa-doa yang
mati
Doa-doa yang penuh harap namun
tertumpah ruah
Dan mencampakkan satu nama yang maha
indah
Doa-doa berdoa parau, doa-doaku
simbol kelucuan masa kini
Di saat diri mendongak ke masa lalu
Lelucon-lelucon itu nampak lucu terbungkus
kukusan ego
Dan menampakkan kelemahan manusia
yang sebenarnya
Memang manusia sebenarnya lemah
Selemah-lemahnya makhluk yang pernah
ada
Hilangkan kata itu, dan lalu bangkit
menjadi diri yang sendiri
Berdikari dengan sejuta otak-otak
yang terus menggeretakkan ego
No comments: