Puncak
Dibalik
pelupuk awan kelabu
perlahan
bidadari menitikkan air matanya
yang
jatuh berupa rentetan kilauan pelangi suram
bayang
sayapnya meneduhkan geliatan akan panasnya sang surya yg menggila
keindahan
bukit kembarnya menjadi panorama terindah
saat
perlahan awan putih selembut kapas menanggalkan bukit itu
tempat
ternyaman
untuk
merebah dan menikmati kedinginan alam yg memanaskan rasa jiwa
dibalik
rasa yg terselimuti mega merah
lepaskan
rasa yg memuncak di atas awan.

No comments: