Header Ads

Antrean Baca
recent

Puncak


Dibalik pelupuk awan kelabu
perlahan bidadari menitikkan air matanya
yang jatuh berupa rentetan kilauan pelangi suram
bayang sayapnya meneduhkan geliatan akan panasnya sang surya yg menggila
keindahan bukit kembarnya menjadi panorama terindah
saat perlahan awan putih selembut kapas menanggalkan bukit itu
tempat ternyaman
untuk merebah dan menikmati kedinginan alam yg memanaskan rasa jiwa
dibalik rasa yg terselimuti mega merah
lepaskan rasa yg memuncak di atas awan.

No comments:

Powered by Blogger.