Kala Kosong
Yang mengarah pada
jalur nafasku di malam ini adalah ketenangan yang asli
Yang menggandeng
nada-nada penuh harap dari lubuk kekosongan
Yang masih
mengaduk-aduk, hingga nada-nada yang sama ku ulang
Yang membawa kedamaian
di malam dingin, bersama lelahku
Yang terdapat di hati
sering ku telanjangi hingga pagi
Yang akan terus ku
pelototi hingga kekosongan tak lagi kosong
Yang ada hanyalah
inspirasi yang berpusing-pusing asing
Yang terus memaksa
medekte diksi-diksi basi
Yang akan terus menghidupkan
impian esok
Yang selalu ku coba
wujudkan dari inti kekosongan ini
Yang mencoba untuk
meraih angan-anganmu yang lengang itu
Yang menyeretku hingga
ke ujung kekosongan
Yang hingga kini masih
mengakar belukar hingga kekar
Yang memaksa diri untuk
mencari pijakan baru
Yang bisa untuk mengisi
kekosongan ini

No comments: