Catatan Bulan Ini
Mungkin
ini kali kedua bulan yang sama bertengger di langit malam
Bulan
yang sama yang mulai terasa basi di hati
Entah
mengapa bulan ini hal-hal yang dulu terasa asik kini menjadi mengusik
Mungkin
saja ini jalur merah yang memang harus ku lalui
Sebelum
sorban putih melilit jidatku yang mulai hidup sehidup-hidupnya
Hanya
saja nada-nada tengah malam yang dulu terdengar unik kini terasa berisik
Mengusik
tengah malam yang tenang dengan kenangan
masa lampau
Bulan
ini hingga ke ujungnya mungkinkah akan terasa basi seperti ini?
Namun
nada-nada di ujung bulan masih terasa nostalgia
Yang
membawa jiwa melayang-layang di atas tanah dimana kaki pertama kali berpijak
Bersama
rasa kangen yang mulai pudar seiring waktu bergetar
Gentar
tak ada, yang ada hanyalah omong kosong akan noda-noda dusta
Catatan
bulan ini mungkin akan ku jadikan prasasti untuk hidupku kelak
Agar
bisa mengais-ngais sisa kebodohan saat ini
Dan
untuk catatan kecil bagi para pelakon jalur merah yang mungkin tak terarah
Inilah
rasa dari yang ditinggalkan oleh janji-janji yang kini ompong
Jiwa-jiwa
yang menunggu untuk diangkat ke atas dengan paras terkuras pulas
Bulan
ini, bulan yang dipenuhi nada-nada kehidupan yang tak bisa menggapai hatiku
Bulan
yang dipenuhi cahaya terang benderang yang tak bisa menerangi hatiku
Catatan
bulan ini adalah, sama saja dengan bulan-bulan yang lainnya
Bulan
yang tetap bersinar dengan bualannya yang terpantul di kolam keruh
Bulan
yang redup membawa sinarnya untuk menerangi sudut-sudut pemakaman hati
No comments: