Header Ads

Antrean Baca
recent

BERPIKIR NEGATIF


Pastinya kita sering mendengar tentang “berpikiranlah positif dalam segala hal”, lantas bagaimana jika aku balikkan kata-kata itu menjadi “berpikiranlah negatif dalam segala hal”. Kenapa harus negatif? Bukankah sudah pasti berpikir positif adalah hal yang terbaik agar hidup yang berjalan ini menjadi lebih baik. Benarkah? Bukankah kita hidup selama ini selalu berada di antara asumsi-asumsi publik yang bagaikan sebuah cermin raksasa yang akan selalu memantulkan apa-apa yang ada sesuai dengan pikiran meraka masing-masing.
Positif-Negatif memang hal yang berlawanan, namun jika kita kembali ke persoalan awal maka setiap kita ini hidup dengan asumsi kita masing-masing yang ego, yang mengharuskan apa yang ada dipikiran kita ini adalah mutlak benar atau positif, maka dari itu tak pernah ada kasus seseorang berpikiran negatif dalam melakukan hal-hal yang buruk, mereka pasti berpikiran positif untuk melakukan tindakan sesuai dengan apa yang telah mereka pikirkan sebelumnya. Karena Positif-Negatif itu soal cermin yang ada pada diri orang lain. Cermin itu bag mata-mata yang senantiasa menilai sebab akibat dari apa-apa yang akan dan telah kita lakukan yang akan atau telah berdampak pada cermin mereka.
Lantas esensinya apa? Tak ada sama sekali, karena apa yang kita yakini benar maka itu menjadi positif bagi kita, terlepas dari pantulan cermin orang lain. Garis merah yang bisa ditarik hanyalah positif-negatif tak ubahnya pantulan dari masing-masing cermin yang ada di setiap pikiran manusia yang mengikuti kenyaman dan ego masing-masing. Dan kata-kata berpikirlah positif pun adalah hal yang masih samar nan kelakar, yang hanya akan mengurung seseorang untuk membebaskan milyaran pikiran yang menjalar di sudut-sudut otak. Yang selalu akan menghakimi sisi negatif, padahal berpikir negatif adalah salah satu cara untuk menyetarakan kemungkinan-kemungkinan yang buruk itu menjadi hal yang lebih baik lagi jika mau lebih dalam dan lebih kreatif dalam menggali milyaran pikiran yang tertimbun di otak.

Tak ada salahnya berpikiran negatif, karena memang pada dasarnya tak ada yang namanya pikiran positif-negatif. Kerena memang otak tak memiliki kapasitas membedakan mana hal positif dan negatif, semua itu adalah tugas lubuk hati manusia. Tak usah takut berpikiran negatif akan sesuatu hal, lepaskan saja milyaran pikiran yang selama ini terkurung oleh SARA yang melilit dan gunakanlah otak yang telah diberikan Tuhan dengan sebebas-bebasnya dalam aurora imaji yang menakjubkan.

No comments:

Powered by Blogger.