SISA SENYUMAN ITU
Bahkan
masih terasa manis meski mimpiku telah pudar bersama pagi yang biasa
Senyuman
yang bahkan bukan dari seseorang yang idamankan, namun cukup menarik
Lirik-lirik
pujaan yang sempat terajut dalam khayal nakal mengerami imaji
Tak
akan terjadi, tak akan terucap karena jerat jarak yang tak bisa terlangkahi
Sisa-sisa
senyuman manis yang nyata itupun mulai timbul
Di
atas awan-awan putih yang membawa diri pada satu kenyamanan
Waktu
yang tersekat sekejap dalam larik
Memahatkan
satu prasasti iseng namun penuh harap yang kalap akan diri
Jika
memang sang empunya benang merah merajutkan jalan kita
Mungkin
saja prasasti iseng itu menjadi nyata
Dan
senyuman akan selalu ada, selalu mengabadi bersama waktu
Dan
menjadi bukti bahwa sang Junjungan benar-benar lihai mempermainkan para hati
Senyumanmu
tak akan tersisa lagi ujung mimpi-mimpi
Senyumanmu
adalah hal lain yang ternyata lebih asri ketimbang senyuman yang lain
Dalam
balut mungil nan kecil, seyuman yang besar itu adalah kekuatan.
No comments: