Hanya Berteriak
Jejeran
tiang gantungan menyambut hidupmu di tepian jurang
Kaki-kaki
goyah tertiup angin ketakutan yang meraba dari ujung kaki ke ujung kepala
Tiada
yang bisa terlihat selain hitam yang memekat
Tiada
pemandangan lain selain tiang gantungan yang siap membelai lembut lehermu
Dan
riuh yang semula merongrong hati perlahan mati. Sunyi!
Hilir
mudik merangsang hati dan otak yang tak bisa lagi bernafas lega
Jejeran
tiang gantungan yang menyambut menahan tawanya jika kau tak tahu
Dan
diri dan jiwamu yang makin hancur akan lebur dalam rasa sakit yang sesaat
Dalam
tenang hati, pastinya acuh terhadap tiang gantungan adalah pilihan terbaik
Namun
jika memang tak bisa, berteriaklah!
Hingga
menggema dan merobohkan tiang-tiang bangsat yang menghasut!
Didihkan
hatimu dalam ruang gema suara yang parau
Hingga
merambat dalam gelombang waktu yang sungguh menjijikan
Terus
saja hingga semuanya kau muntahkan bersama hati yang menghitam
Hingga
semua kulitmu terkelupas dan bebas bernafas
Terus
saja muntahkan, teruskan saja teriakkan yang lainnya

No comments: