Header Ads

Antrean Baca
recent

Hanya Berteriak


Jejeran tiang gantungan menyambut hidupmu di tepian jurang
Kaki-kaki goyah tertiup angin ketakutan yang meraba dari ujung kaki ke ujung kepala
Tiada yang bisa terlihat selain hitam yang memekat
Tiada pemandangan lain selain tiang gantungan yang siap membelai lembut lehermu
Dan riuh yang semula merongrong hati perlahan mati. Sunyi!
Hilir mudik merangsang hati dan otak yang tak bisa lagi bernafas lega
Jejeran tiang gantungan yang menyambut menahan tawanya jika kau tak tahu
Dan diri dan jiwamu yang makin hancur akan lebur dalam rasa sakit yang sesaat
Dalam tenang hati, pastinya acuh terhadap tiang gantungan adalah pilihan terbaik
Namun jika memang tak bisa, berteriaklah!
Hingga menggema dan merobohkan tiang-tiang bangsat yang menghasut!
Didihkan hatimu dalam ruang gema suara yang parau
Hingga merambat dalam gelombang waktu yang sungguh menjijikan
Terus saja hingga semuanya kau muntahkan bersama hati yang menghitam
Hingga semua kulitmu terkelupas dan bebas bernafas

Terus saja muntahkan, teruskan saja teriakkan yang lainnya

No comments:

Powered by Blogger.