Header Ads

Antrean Baca
recent

Labirin


Malam itu kunang-kunang berpening mengelilingi kepala
Kilat-kilat cahaya kuning yang ada menguningkan pening
Derap harap yang mengerat perlahat mati tergigit sunyi yang dingin
Kaki goyah beralaskan lendir perawan yang anyir menyinggung dengung masa depan
Dalam lemah malam yang parau bercampur irisan kebencian
Kaki-kaki payah ini bag berjalan dalam labirin kematianku
Tak ada arah yang pasti tertuju, yang pasti tertuju pada satu keputus asaan
Dan sambutan cacian dari orang-orang yang sok!
Labirin malam yang memabukkan, menjulurkan hinaan yang agung akan diriku esok
Sebenarnya dimana posisiku dalam labirin yang menyedihkan ini?
Labirin yang banyak orang perjuangkan namun banyak pula yang sok empati
Setiap jalur yang akan dan sudah ku lalui pasti meninggalkan setitik hina di mata
Dan kemanapun kaki melangkah tak ada payung yang meneduhkan lagi
Di dalam labirin yang menyesatkan, kebiri adalah doaku untuk para perancah surga dunia

No comments:

Powered by Blogger.