Tak Lagi Segar
Rasanya
semua aliran yang selama ini mengalir di jiwaku tak lagi segar
Entah
karena apa atau belum tahu aliran jiwaku menjadi membusuk dan terpuruk
Membisu
dalam pekat kubangan yang ku buat sendiri
Arus
yang menuntun jalan hidup selama ini mengering perlahan
Membuat
kaki-kaki kecilku tersandung-sandung dan mendarah gerah
Jiwa
terasa terlahir lagi, namun dalam balut dekap kebengisan sang penopang
kehidupan
Tak
lagi segar mungkin, aliran air yang mengalir di sekitaran ku
Dan
aliran-aliran yang dialirkan oleh orang-orang di sekitar ku
Itu menjadi kegundahan hati yang mulai mengganggu
tumbuh jiwaku yang baru
Dengan
seribu ancaman pedang bibir yang siap menhujam hati dan jiwa
Rasanya
tak usah saja jiwaku terlahir lagi di antara kemelut hati ku dan hati-hati
mereka
No comments: