Header Ads

Antrean Baca
recent

Pemakaman Hati


Di sini ku letakkan sepenggal daging yang selama ini hanya ku kunyah
Tak mau ku telan karena terlalu menjijikan untuk dirasa
Bangkai yang membujur di kepala membusuk menusuk-nusuk hati hingga kusut
Kusut terlilit belit neraca yang membawa beban, yang condong ke arah kematian
Saat malam tiba dengan mendung yang berangin parau
Kaki-kaki yang berdiri di atas pekuburan hatiku hanya melontar doa-doa kosong
Hingga bangkai hati berbelatung dan semakin membusuk, doa-doa kosong tak akan berarti
Di sekitaran ku lihat pun banyak orang-orang tertunduk dengan berbagai topeng
Yang mengalirkan air mata karena hatinya tlah mati
Termasuk aku yang tengah berdiri di pemakaman hatiku
Yang bertabur bunga-bungan bangkai dengan aroma yang menyengat duka
Duka-duka yang masih segar masih bisa ku rasa di atmosfir kelam ini
Rasanya sisa hati ini akan sangat lama untuk bisa pulih dari rasa duka
Mungkin hanya di sinilah tempat terbaik untuk mengubur hati yang tlah mati
Dan mengais-ngais kotoran hati dari orang lain untuk ku tempel di jiwaku
Pemakaman hati, peluklah hatiku yang telah mati dengan tanahmu yang kerontang
Dan rawatlah hatiku dengan belatung-belatungmu yang menjijikan
Pemakaman hati, jagalah hatiku hingga tumbuh hati baru di tubuhku

No comments:

Powered by Blogger.