Header Ads

Antrean Baca
recent

TAK KUNJUNG MATI


Kurasa yang ada hanyalah lendir busuk yang tertinggal
Yang keluar dari telinga tuli, yang busuk lagi jijik
Hingga tak ada lagi janji-janji lalu yang menjerit hingga pekik
Dan hidung-hidung yang tersumbat oleh ingus-ingus busuk yang membatu
Dimana upil mengeras hingga sesak yang merusak
Hingga tak ada lagi aroma bangkai yang tercium dari ujung janji-janji lalu
Lalu hilang bag belatung yang kehilangan kotorannya
Dan lalu datang bag cacing yang merindukan belaian dingin sang dewi bumi
Mereka tak pernah mati dan tak akan mudah mati
Semua sama saja, meski pada awalnya perawan suci yang intim putih
Dalam kurungan waktu akan terobek juga selaput yang menyucikan diri
Hanyut dalam buaian waktu yang hembuskan semilir surgawi dunia
Hingga tangan-tangan kotor dan mengotori perut-perut yang dipikul
Yang ada hanyalah lendir yang menyetubuhi hingga lubang-lubang
Kurasa yang tersisa hanyalah bengis amis yang pantas ditebas hingga ludes
Tak kunjung mati

Tak kunjung dikunjungi kalung sabit yang mengkalutkan hati-hati

No comments:

Powered by Blogger.