Header Ads

Antrean Baca
recent

AKUT


Bidak tetaplah bidak yang tak akan pernah bisa melenggangkan kakinya di atas hati
Tak peduli raut wajahnya yang ada perintah adalah mutlak untuk sang Master
Dan bidak adalah buangan perintah yang tak bisa mengelak akan gelarnya
Perintah apa yang ada harus ada dan tersedia. jancuk!
Mengonggong meyumbat busuk telingaku yang teracuni kebencian di hati
Jancuk! Sudah cukup rasanya racun yang ada di hati menampungnnya
Jancuk! Hapus saja aku atau kau mati saja menuruti perintah sang Waktu yang mulai membosankan ini.
Asu! Asu! Asu! Ribuan maki yang terlontar tak akan pernah terpaut!
Yang ada hanyalah menambah dosis racun kebencian di hati
MengAsukan diri dan menJancukkan diri hanyalah permainan ego yang memuakkan!
Ku Asukan diri bersama cacian untuk sang Master dengan Cangkem dan otak kolotnya
Dan ku Jancukkan diri bersama ketolol hidup yang Asu!
Akut Jancuk!
Akut Asu!

No comments:

Powered by Blogger.