Keji
Menjijikkan
melihat para penikmati mata air surgawi merangkul tawa-tawa
Dengan
mata yang merah terperah ketololan ego yang tak kekang
Atas
nama ketidaksadaran diri apa yang nampak menampakkan wujud lain
Ego
mengeras, nafsu membuncah di angan-angan yang pecah
Retak
tulang sebelah, kecikan melingkar mengalungi lolongan jerit pengampunan
Tusuk
hingga tawa-tawa menggema di alam kematian
Tusuk
lagi hingga merah dan putih melebur di ujung tawa
Belum
cukup, tawa-tawa yang terlempar kurang menggema ke telinga sang iblis
Kekangan
tali marionet mengencang hingga memancung lesung pipi yang dulu manis
Kini
terbelah sebelah, raga hancur terhunus tawa-tawa tolol para pemuja air surgawi
Tak
ada pengampunan, tak ada ketakutan, tak ada air mata
Hanya
tawa-tawa kecil yang mengutil harapan dari sang pujaan
Tolol!
No comments: