Header Ads

Antrean Baca
recent

Keji


Menjijikkan melihat para penikmati mata air surgawi merangkul tawa-tawa
Dengan mata yang merah terperah ketololan ego yang tak kekang
Atas nama ketidaksadaran diri apa yang nampak menampakkan wujud lain
Ego mengeras, nafsu membuncah di angan-angan yang pecah
Retak tulang sebelah, kecikan melingkar mengalungi lolongan jerit pengampunan
Tusuk hingga tawa-tawa menggema di alam kematian
Tusuk lagi hingga merah dan putih melebur di ujung tawa
Belum cukup, tawa-tawa yang terlempar kurang menggema ke telinga sang iblis
Kekangan tali marionet mengencang hingga memancung lesung pipi yang dulu manis
Kini terbelah sebelah, raga hancur terhunus tawa-tawa tolol para pemuja air surgawi
Tak ada pengampunan, tak ada ketakutan, tak ada air mata
Hanya tawa-tawa kecil yang mengutil harapan dari sang pujaan
Tolol!

No comments:

Powered by Blogger.