Header Ads

Antrean Baca
recent

Menghitamkan Kenangan Hitam


Terasa begitu pekat saat jiwa-jiwa yang terdampar di alam pikiran melolong anjing
Gusarannya menggigilkan raga yang tertekuk oleh tengkuk kepedihan
Lendir-lendir yang tertetes di ujung hening menghibahkan rasa candu akan desah
Lama terpasung dalam relung ratapan yang terpatri oleh ruang-ruang yang jeram
Hitamkan semuanya kedalam telapak tangan lalu tutupkan ke muka
Yang ada hanya gelap yang hitam
Isak-isak yang teredam telapak tangan dengungkan kepedihan dari rasa sesal
Sesal akan diri yang telah terjerat kedalam palung paling akut dan jijik
Disini, ribuan gemerlap bintang menyaksikan proses kehinaan diri yang tertusuk
Berceceran amis kepedihan di udara yang dingin
Mengigil gilakan jiwa, jiwa yang labil terambil dalam rengkuh tawa sang pujaan bangsat
Tak ada daya melawan angan yang telah melayang
Yang menggantung di ujung bola mata hingga melototkan otot-otot
Saat pecah diri dalam rengkuh yang angkuh, jiwa ternoda dalam kelam atas nama nafsu cinta
Menghitamkan kenangan hitam yang membekas dalam belahan jiwa
Sisa isak menyuarkan kebencian akan rasa cinta yang menjijikan saat terlumat olehnya
Sisakan trauma bengis yang amis disekujur bangkai otak
Yang teraromai wangi lendir kehidupan
Bangsat yang menjunjung makna cinta murni di sekujur tubuh
Akan ku pasung cinta murnimu menjadi cacahan darah yang terias di ujung-ujung waktu.

No comments:

Powered by Blogger.