Header Ads

Antrean Baca
recent

Aurora


Kilat-kilat peristiwa lalu menghiasi kiasan waktu
Menebar-nebar jala penjerat erang yang sakit
Yang meronta, yang menggeliat dalam gelap masa dimana kaki terpijak
Semilir angin dingin yang menusuk-nusuk merusak benak
Jiwa-jiwa lalu berhamburan menggerayangi pikiran yang membasi
Aura dari kegelisan hari menyeruak puah
Getarnya meraba pangkal paha hingga kejang yang telanjang
Terpejam, aurora mistis yang dinanti tak kunjung mengurung
Dan mengenggam, mengangkat hati yang telah lama tercemar gusar
Rengkuh dan balutlah dalam pendar kilatan yang memukau mata itu
Hingga luluh dan luntur hati ini menjadi debu yang berkeliaran di jalanan
Hingga lelap, hingga lelap mata dalam keabadian
Di semesta yang dipenuhi aurora yang sebenarnya

No comments:

Powered by Blogger.