Header Ads

Antrean Baca
recent

DEEP FREEZE


Terlilit beku yang hambar saat malam kembali menyatroni gubuk yang reot
Dan derit-derit daun jendela yang tertiup angin malam memainkan nada-nada sumbang
Yang menghiasi sepanjang jalur malam yang sombong berias gemintang
Dan satu makhluk ini, berteduh dalam reot yang depresi berbalut rasi basi.
Kebekuan melilit erat pad kaki-kaki kurus tak terurus
Terus tergerus arus jaman yang menyeret-nyeret batin ke dalam tempat pembuangan
Berias sampah-sampah yang megah, bermandikan cucuran limbah yang pongah
Hidup dan mati terasa tak jauh beda dalam kolong-kolong langit
Siapa yang memijak bumi berpasir emas ialah sang puan-puan
Dan siapa yang memijak bumi berlendir ialah sang jalang-jalang yang geram
Kedalaman yang membekukan hati siapa saja
Yang membuang, yang terbuang, saling tatap dengan picing mata yang terbakar
Dan yang terbakar ialah yang terbuang, karena disetiap detiknya benih-benih api tersemai
Sedang pembuang tak akan menaruh pikirannya di dalam kerumunan lalat
Tanah yang telah dibelah-belah, menyekatkan dinding-dinding yang dingin
Dingin untuk sisi yang terbuang
Dan sisi yang lainnya adalah sisi yang dipenuhi tangan-tangan sang kreator kehidupan

No comments:

Powered by Blogger.