Mengasuh Asu
Sekian
lama hidup bersama dalam ruang waktu yang sempit
Tiap-tiap
hari yang telah terpijak menginjakkan bekas-bekas kenang
Yang
menggenang di hati hingga basah melumuri ujung waktu
Du
ujung waktu, tumpahan hati yang telah penuhi berubah benci karena ego
Ego
yang menggonggong, ego yang merongrong
Mengubah
semua gundah menjadi kebencian yang mencekik kenangan
Sekian
lama waktu yang berlalu tersadar menjadi anjing
Di
setiap gonggongannya merupakan bibit kebencian
Di
setiap perlakuannya adalah pupuk kebencian yang mendalam
Hingga
tengelam ke dasar jurang hati yang hitam, yang dipenuhi kebencian yang
menjijikan
Hati
menjadi terinfeksi kanker kebencian, hingga sorot mata selalu tajam mengiris
segalanya
Apa
yang ada dan apa yang berasal dari waktu yang telah ditempuh bersama
Menjadi
sumber kebencian baru yang absurt setiap harinya
Hingga
mendarah daging, puja-puji akan kematian mengagung untuk waktu itu
Cepatlah
tinggalkan dunia ini, hingga lolongan gonggongan yang memuakkan itu tak
terdengar lagi.
No comments: