BALADA 14 IBLIS
14
Titik-titik mengutip air surga
Menenggak
habis hingga ludes logika, terpatri dalam kalut yang pekat
Dopamin
meningkat pesat, jiwa melayang-melayang dalam bayang petang
Mata
naik-turun menikmati tiap inchi tusukan dopamin yang tertenggak
Hati
mati, otak membusuk dan raga membangkai dalam marionete setan absolut
Kaki-kaki
yang sempoyongan memikul otak-otak yang membeku
Remang-remang
menggerayang namun birahi tetap terang menyinari
Satu
bidadari kecil turun dari langit tanpa cerminnya
14
titik-titik mengutip sinaran sang birahi
Hingga
sang bidadari hanyut dalam sinar yang terang nan membutakan
14
titik-titik merangkul dalam satu titik kecil
Pecah!
Remuk! Sang bidadari terpasung sinar putih yang gelap
Dalam
ronta berbalut tawa-tawa setengah gila, jeritnya tertelan alam sutra
Pinggul
yang remuk, tubuh yang lemas tertusuk-tusuk pasak busuk
Sisakan
nyeri yang mengernyitkan tiap inchi saraf hidup, berbalut lendir-lendir
kehidupan
Ringkih-ringkih
desah berhenti saat ujungnya tercabut rasa nikmat dopamin
Dan
berhenti juga nyeri yang menyengat sekujur tubuh, untuk selamanya
Dengan
ujung pisau yang memeluk degupan jantung
Sang
bidadari membangkai dalam balut belukar yang menghiasi
14
titik-titik, tak akan ada titik bagi manusia yang memuja iblis
Memuja
iblis? Siapkan saja otak dan hati untuk tergadai dengan kebusukan duniawi
#NyalaUntukYuyun
No comments: