SELUBUNG NIKMAT
Jiwa dan raga terjaga dalam hangat diri yang pening
Detak berdetak yang jantung lakukan memberatkan nafas yang
terbuang
Berdesah dalam rasa batin yang linglung
Terjaga, sepanjang malam pening melekat nikmat bag
bintang-bintang
Mengubur rencana mimpi yang akan indah
Sudahlah, tak ada yang lebih buruk dari rasa sakit yang
berkutit
Hingga diri terus sempoyongan memelihara rasa sakit
Dalam setiap helaian nafas yang terbuang, panas tubuh
mengaduh
Gaduh di pikiran hingga jeli-jeli menjadi tajam
Mengikis semua kata di hati dan merajutnya menjadi diksi absurd
Dalam rasa sakit yang akut, balutan nikmat menyelubungi batin
Menjadikannya rasa balik yang akan menumbuhkan rasa syukur

No comments: