Header Ads

Antrean Baca
recent

JELAGA


Ada hal yang menghitam sejak hatiku menjadi hancur karena diludahi
Hingga sekarang, sisa-sisa kenangan buruk itu memaksa cerminan lain untuk timbul
Dari bayangan lain diri, terlahirlah satu diri baru yang suci saat melapas semunya
Kini hidup, kini memulai perangai baru dalam membudak
Diri manusia yang paling sempurna, dengan tanah suci yang terinjaknya
Mengharuskan pepohonan tumbuh subur oleh kerunianya yang adil
Adil berbedil, menggerogoti dan mendustai para pembenar
Sebenarnya, apa itu yang dimaksud dengan kedamaian untuk bumi?
Jika tanah suci yang terpijak menjadi jejak-jejak degradasi moral
Yang menjelaga, yang menghitamkan, yang mengelamkan nama sendiri
Menjadi pendusta ulung yang menggembar-gemborkan kedamaian ego
Kedamaian bagi ego-ego yang rindu akan cabulan dan hukuman kenikmatan
Tanah sucimu menjadi ladang perang-perangai yang selalu memanen liur darah yang rekah
Tanpa peduli para bibit yang sedang tumbuh, dengan kaki kotormu kau injak hingga retak
Pendusta yang kecanduan rindu ego, pendusta yang keracunan asmara imaji
Perang-perangai yang membawa kerusakan dan pendustaan atas nama sang pujaan

No comments:

Powered by Blogger.