ADALAH DIA
Adalah nikmat
jika pasak di hati tak bisa tergoyahkan dan memberi nyata
Pada serumpun
hati yang telah terinjak-injak kelakuan waktu
Menatapi
cerminan air dari balik kubangan kotor nan jijik.
Batang diri
sendirian mengakar-akar sejengkal hara dalam bara jiwa
Dan mengharap
tetesan embun yang bisa menyejukkan panas yang menggila
Dan merendam
gigil dalam hangat yang sempat ada sebelum pecah
Kau ku lepas, ku
telan dan telanjangi aku dalam pekat hati
Meraba-raba
semua nikmat yang dulu dan kini masih ada dan terasa
Hingga kalut
semakin akut, angkut aku ke dalam rahimmu
Dan keluarkan
aku dalam bentuk lain yang sama, egoku!
Memuncaki rasa
lain dari kehidupan yang telah kau beri
Dan terus
mencari kesejatian dari titah sepahmu, terserah!
Hidupkan saja
aku dalam keakuan yang pastinya tak menyusahkan
Lantas kan ku
puja kau laksana ego yang memperbudakku.
No comments: