TETESAN RINDU EGO
Ada sedikit
tetesan ego yang mengalir dan berdenting di lubuk hati
Bergema membawa
sederet sapata pada waktu yang dirasa mencabuli sisa waktu
Waktu yang
ditinggalkan demi untuk dihancurkan secara rintih oleh garis darah
Sapata untuk menghukum
sekali mati para pencabul ego yang heboh
Sapata untuk
memperkuat diri yang melemah terinjak tinja para pengheboh
Dan tetesannya
perlahan-lahan bersamudra dengan rasa benci yang terbendung waktu
Menjadi samudranya
samudra yang membiru pilu, penuh akan aurora ungun
Tetesan rindu
pada ego di hati membawa sapata waktu yang menggelikan
Tarik kembali
jiwa-jiwa mati itu menjadi mati yang sesungguhnya
Biar menangis
hingga bengis tak lagi amis
Biar meratap
hingga nikmat tak lagi lumat
Tetesan ego
mennggaduhkan relung para penginjak bumi
Hingga diri tak
lagi kotor, tetesan ego akan terus menggerus nikmat-nikmat laknatmu
Ego yang terpanggul, ego yang terpantul, ego yang terbetul
Tetesan sapata
akan terus membasahi para pencari super ego.

No comments: