Header Ads

Antrean Baca
recent

TETESAN RINDU EGO


Ada sedikit tetesan ego yang mengalir dan berdenting di lubuk hati
Bergema membawa sederet sapata pada waktu yang dirasa mencabuli sisa waktu
Waktu yang ditinggalkan demi untuk dihancurkan secara rintih oleh garis darah
Sapata untuk menghukum sekali mati para pencabul ego yang heboh
Sapata untuk memperkuat diri yang melemah terinjak tinja para pengheboh
Dan tetesannya perlahan-lahan bersamudra dengan rasa benci yang terbendung waktu
Menjadi samudranya samudra yang membiru pilu, penuh akan aurora ungun
Tetesan rindu pada ego di hati membawa sapata waktu yang menggelikan
Tarik kembali jiwa-jiwa mati itu menjadi mati yang sesungguhnya
Biar menangis hingga bengis tak lagi amis
Biar meratap hingga nikmat tak lagi lumat
Tetesan ego mennggaduhkan relung para penginjak bumi
Hingga diri tak lagi kotor, tetesan ego akan terus menggerus nikmat-nikmat laknatmu
Ego yang  terpanggul, ego yang terpantul, ego yang terbetul
Tetesan sapata akan terus membasahi para pencari super ego.

No comments:

Powered by Blogger.