Header Ads

Antrean Baca
recent

REQUIEM OF AUGUST


Musik klasik mengalun, bertalu-talu mengelukan satu doa
Merangkul semua turunan nada-nada yang bersebaran di dada-dada
Tanpa kelamin, hanya satu orientasi yang berpadu dan menggaduhkan isak laten
Untuk satu nostalgia yang penuh merah darah yang merekah hingga mewah
Doa-doamu terpahat nyata di atas bumi yang masih melingkari sang surya
Dan masih bergema-gema hingga saat ini, meski maknamu mulai luntur
Namun pasti dan akan tertambal lagi oleh perulangan waktu yg menentu pasti
Keheningan tengah malam di tengah-tengah bulan
Dengan ribuan bintang yang terbuang oleh acuhan para pendaki bulan
Doa-doa klasikmu akan tetap dikumandangkan meski lewat gorong-gorong waktu
Keajaibanmu, meluluh-lantahkan benak setiap manusia yang pernah merasakan rahimmu
Tepat di tengah bulan, dengan sedikit sentuhan irama klasik yang mengasik
Akan membawa nostalgia lagi meski tak secara langsung merasakannya
Dari dalam hati yang busuk sekalipun, akan mewangi meski hanya dengan gumaman nadamu
Dan sedikit banyak menyeret air mata untuk keluar sekedar untuk mengisyaratkan syukur
Dan sisa para penjejak sejarah akan menjadi bintang di tengah bulan, meski tak terang
Namun selalu akan membawa sinar yg menarik untuk dikulik menjadi dongeng musiman
Nada-nada di tengah bulan yang menggema-gema hingga seantero bumi
Alunan musik klasikmu yang selalu membawa candu untuk tetap menjejakmu
Itulah keajaiban nada-nadamu yang bisa menyatukan para hati yang terbongkar-bongkar.

No comments:

Powered by Blogger.