MELEPAS SENDI DI HATI
Berkabut, kalut dalam permainan hati
yang dipecundangi ekor waktu
Menggerutu dalam waktu yang pilu nan
ngilu, menggila dalam diri
Bibit-bibit keegoisan tersemai dan
tumbuh subur bag lumpur yang menyembur
Membawa hawa gas yang mematikan
sendi-sendi waktu yang tlah terbangun di hati
Kini hati kosong, dan otak mulai
merangkaikan sendi-sendi baru yang yang lebih realis
Yang benar-benar bisa memberi
tumpangan angan ke ujung kehidupan
Yang benar-benar bisa memberi
kenyataan dalam angan yang liar
Sendi-sendi lama sendiri tertolak
oleh hati yang mulai tumbuh
Dan si tukang gaduh menjadi bukan
apa-apalagi selain biang onar yang lumer
Apa hidupku akan terhukum oleh
hukummu yang sudah tak lagi bersendi di hati?
Sendi di hati yang asti sudah kau
tulis untuk di hancurkan oleh waktumu
Yang secuil upil bagimu, dan seantero
jagad alam bagiku
Meskipun sendi di hati tlah
patah-patah, namun bukan berarti aku adalah penyakit
Yang membumi hanguskan alur kehidupan
antar sesama
Namun masih aku yang dulu, hanya
dengan persendian hati yang baru
Yang tak akan mengubahku menjadi
penyakit buruk hingga pantas untuk dimusnahkan

No comments: