Header Ads

Antrean Baca
recent

MELEPAS SENDI DI HATI


Berkabut, kalut dalam permainan hati yang dipecundangi ekor waktu
Menggerutu dalam waktu yang pilu nan ngilu, menggila dalam diri
Bibit-bibit keegoisan tersemai dan tumbuh subur bag lumpur yang menyembur
Membawa hawa gas yang mematikan sendi-sendi waktu yang tlah terbangun di hati
Kini hati kosong, dan otak mulai merangkaikan sendi-sendi baru yang yang lebih realis
Yang benar-benar bisa memberi tumpangan angan ke ujung kehidupan
Yang benar-benar bisa memberi kenyataan dalam angan yang liar
Sendi-sendi lama sendiri tertolak oleh hati yang mulai tumbuh
Dan si tukang gaduh menjadi bukan apa-apalagi selain biang onar yang lumer
Apa hidupku akan terhukum oleh hukummu yang sudah tak lagi bersendi di hati?
Sendi di hati yang asti sudah kau tulis untuk di hancurkan oleh waktumu
Yang secuil upil bagimu, dan seantero jagad alam bagiku
Meskipun sendi di hati tlah patah-patah, namun bukan berarti aku adalah penyakit
Yang membumi hanguskan alur kehidupan antar sesama
Namun masih aku yang dulu, hanya dengan persendian hati yang baru
Yang tak akan mengubahku menjadi penyakit buruk hingga pantas untuk dimusnahkan

No comments:

Powered by Blogger.