Header Ads

Antrean Baca
recent

RUANG SEMU


Memaku mata pada satu layar semu yang merintih
Menindih titik didih pada batin yang terangsang gerah
Dan telinga-telinga akan terpasung pada rintihan geli deru layar semu
Batin terjaga, menjaga mata-mata yang lancang menerjang layar semu
Dalam ruang semu yang kosong akan diri-diri
Sendiri menikmati tikaman batin yang meluluh lantaikan moral
Segenggam moral dalam cumbuan maut yang kalut
Sisi lain dari manusia terlihat nyata, dan menggelakkan sisi yang lainnya
Dan aku berdiri di sisi lainnya, menahan segala degup yg terletan bersama ludah
Menyaksikan drama semu yang menyingkap tabir keegoisan tabir surga yang fulgar
Kekar mengakar hingga degup sanggup untuk mendetakkan waktu di sekelilingku
Dan aku masih berdiri, dan mungkin akan terus berdiri hingga ujung drama berakhir
Dan tetap berdiri pada drama semu lainnya hingga lupa batasan antara drama dan kenyataan


No comments:

Powered by Blogger.