EGO TANPA TEPIAN MATA
Di tepian telaga
kering yang retak tergeletak
Ribuan cahaya
langit tak terpantul membombardir kenangan
Yang meledak
mendadak, mengeletakkan kepala-kepala retak
Satu ego paling
ego, mengindahkan rentetan bait-bait langit tanpa otak
Yang menggertak kaki-kaki
kecil yang masih rapuh
Hingga gaduh,
mengaduh, tiada lagi tempat teduh dengan seduhan teh
Tanah yang
terpijak retak, tanah yang tercinta pecah
Untuk satu akhir
yang ego, sisi lain dari kesempurnaan manusia dibuang
Dan mencabuli setiap
perbedaan tanpa ampun dengan serpihan atom-atom
Bag pengecut
yang takut di lucuti, pengecut sejati atas nama langit dan bumi
Ego-ego yang
terjunjung adalah buta nan tuli
Ego tanpa tepian
mata, tidakkah tahu ada yang harusnya lebih egois
Yakni hati yang selalu
terbuka untuk kebaikan bersama dan kehidupan yang lebih baik
Bukan ego-egomu
yang membunuh dan merusak bumi dengan mainan atom-atom
Yang mendustakan
kebaikan bagi seluruh alam
No comments: