Header Ads

Antrean Baca
recent

EGO TANPA TEPIAN MATA


Di tepian telaga kering yang retak tergeletak
Ribuan cahaya langit tak terpantul membombardir kenangan
Yang meledak mendadak, mengeletakkan kepala-kepala retak
Satu ego paling ego, mengindahkan rentetan bait-bait langit tanpa otak
Yang menggertak kaki-kaki kecil yang masih rapuh
Hingga gaduh, mengaduh, tiada lagi tempat teduh dengan seduhan teh
Tanah yang terpijak retak, tanah yang tercinta pecah
Untuk satu akhir yang ego, sisi lain dari kesempurnaan manusia dibuang
Dan mencabuli setiap perbedaan tanpa ampun dengan serpihan atom-atom
Bag pengecut yang takut di lucuti, pengecut sejati atas nama langit dan bumi
Ego-ego yang terjunjung adalah buta nan tuli
Ego tanpa tepian mata, tidakkah tahu ada yang harusnya lebih egois
Yakni hati yang selalu terbuka untuk kebaikan bersama dan kehidupan yang lebih baik
Bukan ego-egomu yang membunuh dan merusak bumi dengan mainan atom-atom
Yang mendustakan kebaikan bagi seluruh alam


No comments:

Powered by Blogger.