Header Ads

Antrean Baca
recent

BERKELAKAR TAWA


Ada pula yang tengah menikmati kelakar di punggung-punggung orang
Melenggangkan senyum acuh tak terjamah
Meski terperah juga tak jadi apa
Dan ada pula yang tertawa saat melihat kembali di cermin
Yang memantulkan dua bayangan yang asing lagi pusing
Mungkin karena dulunya bukan dengan tawa, melainkan dengan segenap jiwa
Hingga tak ada tawa yang mengamini meski berlian dijunjung-jungjung dengan telanjang
Memang mungkin karena bukan dengan tawa tanah ini bisa menjadi sangat subur
Namun dengan kucuran darah yang mengering hingga memupuk pelupuk
Hingga tawa-tawa yang telah disemai secara rutin menjadi batin
Yang mampu menertawakan semua hal yang bahkan sudah sangat lucu
Berkelakar tawa membelukar di sudut-sudut kalut
Tumbuh subur hingga mengubur sekujur batas negri
Tak ada yang tak bisa ditertawakan
Semua hal mengandung unsur gelaknya masing-masing

No comments:

Powered by Blogger.