KENAPA HARUS PUISI BERBISU?
Ada banyak jalan menuju kerelaan perasaan dari setiap manusia. Perasaan
yang merupakan atribut manusia paling menyusahkan dan sering kali membuat hari
dan hati pembawanya merasakan ganjalan dalam malam-malam menuju mimpi. Dari
sekian banyak jalan yang telah ada mengapa harus berpuisi untuk merelakan
perasaan yang tak teratur itu.
Jika kau terlahir dengan bakat musikal, tentunya memilin nada-nada musik
dan menjajarkannya menjadi irama hati adalah hal yang akan membuat segala macam
keresahan hati menjadi lebih rela dan lepas. Terlebih nada-nada yang tlah
tercipta memiliki daya entertain yang bisa menghibur orang lain yang mungkin
tengah merasakan hal yang sama, dan bisa mengantarkanmu pada jalan terang
berbintang lewat dunia maya.
Mengapa harus berpuisi? Bukan sok menjadi melankolis ataupun sok romantis
apalagi narsis. Namun berpuisis adalah hal yang paling mudah dikarena menulis adalah hal dasar yang hampir setiap manusia
miliki. Tak peduli pada rangkaian diksi yang berserakan dan sulit dicerna,
berpuisi bukanlah soal mempermainkan pembaca meski terkadang hal itu sering
kali dilakukan guna mendapatkan efek permainan kata dan makna, namun itu bagi
pendusta ulung. Namun berpuisi bisa dilakukan oleh siapa saja karena berpuisi
adalah cerminan hati yang terpantul oleh lidah, dan terbias dalam rangkaian
para kata pada selembar literal.
Berpuisilah, maka secara perlahan segala pandangan, pemikiran, perasaan
hati bisa menjadi para diksi yang akan menuntun hati menjadi lebih rela, namun
berefek pada rasa candu akan seni mengolah dusta yang berkelas. Tak perlu untuk
khawatir jika rasa malu tiba-tiba datang mengelus ragamu soal sok-sokan, berpuisi
adalah menulis kata hati pada tembok-tembok kamar, yang mana bisa kau pandangi
dan menjadi mesin waktu yang jika sedang kangen bisa kau jelahi
perasaan-perasaan yang pernah hinggap di hati, menjadikannya prasasti hati
secara tidak langsung.
Mengapa harus berpuisi? Karena itulah jalan lurus yang aman untuk kau
lalui saat tidak ada lagi manusia yang bisa kau jadikan sandaran untuk sekedar
mencurahkan isi hati yang terasa pekat. Berpuisilah, maka segala endapan kotor
di hati akan terbuang dalam rangkaian diksi, tak perlu menggunakan kata-kata
manis yang amis, tuangkan saja dalam kata-kata yang jujur, kata-kata yang
benar-benar dari hati tanpa perlu memikirkan apa kata orang saat membacanya,
karena tak ada keraguan dan kesalahan dalam berpuisi. Berpuisi adalah soal menenangkan
segala hiruk-pikuk di hati dan pikiran, menjadikannya lebih tenang sekaligus kenang
yang kelak akan membuat senyum di saat kau menggunakannya sebagai mesin waktu.

No comments: