Re:New
Telinga,
terinjak jejak-jejak malam yg lalu
Di sudut
pembaringan biasa, satu tubuhku masih terbujur kantuk
Mengetuk-ngetuk
tembok yg bugil, kerikil pasirnya ku cubit
Menggigit bibit,
tanpa sadar air mata keluar bersama rasa sakit di telinga
Samar-samar
musik favoritku masih bergema-gema, malamku panjang kemarin
Hingga musik
favoritku ku sumpal di telinga biar terlelap
Bersama desah
resah malam, menghening menuju alam kosong
Dan telingaku di
pagi hari menjadi sakit, tergigit sentil tengil
Nada-nada cacian
mengudara menggelilingi batang diri
Tersesat diri
dalam sisa selimut malam, dan terbangun tatkala bosan
Mengusung diri
yg mati perlahan dalam jeram
Jeram yg tak
menusuk-menusuk, namun meremukkan batin
Memisahkan segala
rasa yg pernah dicicipi hati
Hingga berimbas
pada satu kelahiran baru
Pemujaan baru,
rasa baru yang mulai terasa frontal tapi mengakal
Tanpa sangkal,
mementalkan segala rasa-rasa yg pernah dicap oleh hati
Nada-nada di
pagihari itu adalah racun yg meludahi hati
Hingga kelu,
takkan ada lagi hati yg sama dengan kemarin

No comments: