PENGANTIN
Tatanan
rapi dalam peti kemas
Berbalut
gaun-gaun nan compang penuh peluh yang merah
Dan
getar-getar rasa asing yang mengencingin sekujur jiwa
Terasing
dalam sapuan jarak yang menjegal kaki
Terombang-ambing
segala arah, menggetarkan pilu-pilu lalu
Jerat-jerat
memeluk erat erangan, dalam dekapan gelap yang dingin
Lalu
berhimpitan saling berbagi kehangatan dalam ranum ruang sempit
Terombang-ambing
dalam gelap yang sekat
Pekat-pekat
masa depan terpasung duri-duri yang siap meniduri keperawanan
Bisik.
Getar. Rancu. Desah. Peluh. Gaduh. Putus asa
Bergejolak
dalam satu mimbar tawa-tawa iblis yang manis dulu
Disunting
kebencian dan kutukan
Siap-siap
menyiapkan dera jiwa dan diri dalam jarak yang pandang
Dan
menjadi pengantin yang dibanting lalu pecah. Remuk terpuruk!
Dalam
jejeran baris mimpi yang kusut dan larut dalam akut
Adalah
mimpi terburuk bagi jiwa-jiwa tak tak pernah disunting kemegahan

No comments: