SEPENGGAL KISAH YANG TERPENGGAL
Berjejer
kisah-kisah ngilu yang tertinggal di trotoar jalanan
Debu-debu
yang mengusik berbisik pada embun yang menyelimuti hati beda
Dan
tapak-tapak kaki yang ramah terjamah lengahnya hati
Menjadikan
bisu dan semakin sunyinya jalanan yang beraspal lusuh
Satu
masa datang mendatangi bilik-bilik hati yang ramah nan lengah
Jengah-jengah
bertebaran, dan debu-debu saling beradu mengiris kisah-kisah yang basah
Basah
oleh liur-liur citra diri yang menggugah jiwa semata
Terpenggal
kisah oleh satu kisah yang memenggal hati
Jika
jalan-jalan yang ada benar-benar ditapaki dengan kaki hati
Pastinya
kisah-kisah yang memenggal hati tersebut hanyalah satu dari debu-debu jalanan
Yang
lebih nyata dan lebih bisa dijilat oleh hati-hati yang ramah nan lengah
Panggung
yang nyata ada di jalanan yang tak bertuan
Dan
kisah-kisah yang berlenggang pada panggung aksara hanyalah sepenggal kisah
Sepenggal
kisah yang terpotong-potong hingga memebutakan kisah-kisah yang lebih nyata
Sepenggal
kisah yang mati terkubur jarak yang arak
Adalah
kisah mabuk-mabuk para hati yang lengah dan jengah
Meski
begitu potongan kisah yang terpenggal tetap akan menyeruakkan legit-legit nan
sengit
Sengit
bagi perancah aksara yang menebarkan jalanya pada satu kisah yang terpenggal
Tanpa
mau menebar jalanya pada ladang ranjau yang mungkin saja akan menjadi kisah
baru
Yang
bisa dan akan melahirkan kisah-kisah baru yang saling penggal dan jegal
Hingga
jalana aspal meretak karena gertak
Kisah-kisah
yang terpenggal akan selalu terpenggal dalam gelap para perancah kata

No comments: