Header Ads

Antrean Baca
recent

MANUSIA


Adalah jiwa-jiwa yang terbang tinggi menyelami samudra waktu
Bertebaran selayak titik-titik yang saling bertemu, dan menyatu membentuk kutuk
Satu-satu kepala tumbuh, mengakar padat pada rumpun nafsu
Satu nafsu satu jiwa, satu rasa satu raga
Adalah benar jika lendir-lendir merah adalah balutan terka alami sang jabang bayi
Dan disetiap tangisnya adalah tawa iblish yang memancarkan ambisi kuno
Tangan mungil menggenggam senggama setan-setan terpuja
Puja-puji, bertebaran di langit rahim dan dunia yang semu
Manusia. Hanyalah jemu yang menahun dalam kubangan nafsu-nafsu yang agung
Keagungan nafsu adalah keniscayaan
Yang tak pernah dan bisa manusia kalahkan sesulit membalikkan telapak tangan yang kotor
Kotor akan aib manusia. Aib adalah selimut jiwa dari setiap kelahiran.
Tak ada kesucian, jika kau mau telaah secara seksama.
Mungkin ini gila, namun pikiran-pikiran itulah yang akan kau jumpai saat jatuh dalam-dalam
Manusia. Sebuah kisah klasik yang akan selalu tumbuh bersama segenap rasa
Dan menebarkan bibit kehancuran di setiap langkah yang telah tercetus
Dan adalah manusia sang penerus gelak tawa iblis dan malaikat

No comments:

Powered by Blogger.