PEMUJA
Mata
tersenyum takkala padang putih nan mulus membentang ceria
Lekuk-lekuk
yang terangguk mengetuk-getuk gerak jiwa yang tlah lama tertidur
Aroma,
sensasi dan degupan imaji merajam pujian akan pesona
Bunga-bunga
yang berjatuhan, dan senyum-senyum yang berhamburan menyajikan imaji
Dalam
lingkup yang sempit nan luas, puluhan guratan senyum indah itu sungguh menggoda
Dan
demi getar-getar itu tertambatlah hati pada sayu keindahan yang merekah indah
Andai
bisa, ingin rasanya rasa-rasa yang membucah di dada ini memeluknya
Menikmati
degupan-degupan yang saling bertautan
Menikmati
kelembutan padang putihnya yang maha indah
Dan
menikmati keintiman dari jiwa-jiwa yang saling terselubung. Terkurung!
Kurung
aku dalam imaji yang indah bersama
Dan
biarkan ku tumpahkan inti kehidupanku pada jalur desahmu
Hingga
bunga-bunga yang bertebaran tak lagi rekah
Dan
hingga desahmu merekah, belah-belah saja imaji ini
Menjadi
serpihan angan yang akan terus memuja keindahan lekuk-lekuk yang tak terketuk
Hingga
lepas masaku pada satu titik tak terhenti
No comments: