Sementara ini
Sementara
ini lepaskan saja semua tubuh yang ada
Dan
menyatu bersama tanah yang kering berdebu
Hingga
pagi menyelimuti seperti biasanya
Hingga
lelap hilang tertelan basah malam
Dan
tiada lagi arti apa yang kulis saat ini
Ini
hanyalah kumpulan kata-kata yang terurai begitu saja tanpa jeda
Yang
mungkin maknanya telah larut dan hanyut
Namun
satu hal yang ingin ku utarakan saat menulis ini
Ini
hanyalah rangkaian bangkai yang terbengkalai hingga busuknya nikmat teramat
Dan
kaki-kaki yang ada tak pernah berfungsi
Berjalan
dan berlari dalam kubangan hitam yang ku sebut kebosanan hidup
Dunia
memang luas, tapi terlalu luas hingga pikiranku tak bisa mengarunginya
Bag
menyelam ke dalam ribuan paku yang menusuk-nusuk mataku
Puisi
jengah, puisi yang tak ada artinya ini hanyalah bualan waktu yang menggerutu
No comments: