Header Ads

Antrean Baca
recent

MURAHAN


Pedang-pedang melenggang agungkan titah-titah junjungan
Menjunjung agung hingga berujung pada ujung panggung kehidupan
Menjunjung-junjung agung junjungan yang terpasung oleh waktu
Semua tapak junjungan melekat pekat pada padang hati yang terjunjung surga
Dan bibit-bibit yang bertebaran menanggung junjungan agung
Tanpa bisa melenggangkan apa-apa yang ada di benak
Jika benak-benak beranjak, maka satir-satir akan menggetirkan jiwa raga
Junjungan yang telah lama terjunjung tak akan mudah digusur. Pasti!
Namun, apa yang ada hanyalah junjungan-junjungan yang ada tak lagi terjunjung
Junjungan dijual murah, namun saat junjungan digeser pedang-pedang akan berlenggang
Memenggal apa yang menggesernya. Tanpa mau melihat mata
Murahan. Bibit-bibit yang menjunjung junjungan warisan hanyalah budak dari eyang yang terjunjung
Dan selamanya akan menjunjung junjungan yang berujung pada pengosongan jiwa
Jiwa-jiwa yang gosong terpanggang junjungan yang tak berujung

Dan menjadi penghancur junjungan yang tak lagi mengandung kemurnian

No comments:

Powered by Blogger.