MURAHAN
Pedang-pedang
melenggang agungkan titah-titah junjungan
Menjunjung
agung hingga berujung pada ujung panggung kehidupan
Menjunjung-junjung
agung junjungan yang terpasung oleh waktu
Semua
tapak junjungan melekat pekat pada padang hati yang terjunjung surga
Dan
bibit-bibit yang bertebaran menanggung junjungan agung
Tanpa
bisa melenggangkan apa-apa yang ada di benak
Jika
benak-benak beranjak, maka satir-satir akan menggetirkan jiwa raga
Junjungan
yang telah lama terjunjung tak akan mudah digusur. Pasti!
Namun,
apa yang ada hanyalah junjungan-junjungan yang ada tak lagi terjunjung
Junjungan
dijual murah, namun saat junjungan digeser pedang-pedang akan berlenggang
Memenggal
apa yang menggesernya. Tanpa mau melihat mata
Murahan.
Bibit-bibit yang menjunjung junjungan warisan hanyalah budak dari eyang yang
terjunjung
Dan
selamanya akan menjunjung junjungan yang berujung pada pengosongan jiwa
Jiwa-jiwa
yang gosong terpanggang junjungan yang tak berujung
Dan
menjadi penghancur junjungan yang tak lagi mengandung kemurnian

No comments: