Seni Mengolah Emosi
Mungkin
saja emosi yang paling sulit untuk ditaklukkan adalah semua emosi yang bersifat
gelap ataupun negatif. Namun sedikit atau banyak sentuhan dari seni bisa
mengubah apa yang telah terjadi di akhirnya. Sebut saja jika puisi-puisi di
sini, pusis-puisi di sini lahir dari rasa-rasa negatif yang jika tidak bisa
dibendung dan dialirkan dengan baik oleh sang empunya pasti akan menimbulkan
suatu perbuatan yang akan menggangu dan merugikan orang lain. Namun dengan
sentuhan seni yang berupa tekhnik pengolahan kata, rasa-rasa yang berkesan
negatif bisa ditampilkan oleh sang penyair bisa begitu gelap dan memikat pekat.
Mari
kita sebut ini adalah seni mengolah emosi yang bisa dibilang paling mudah untuk
dilakukan ketimbang seni-seni yang lainnya. Kita cukup memuntahkan semua
lendir-lendir emosi negatif yang telah tertelan ke dalam bait-bait puisi yang
terkadang rasis ini. namun tak ada yang salah dengan seni, karena seni itu
murni dan tak ada pertentangan didalamnya. Memang puisi ini terlihat remeh dan
jauh dari kesan keindahan yang marak disemarak oleh penyair-penyair yang ada
diatas sana, namun kekuatan dari puisi ini adalah kepekatan dari rasa-rasa
negatif yang sangat jarang terungkapkan, dan penggunaan kata-kata ataupun majas-majas
sarkasme yang jarang diluapkan. Inilah seni mengolah emosi yang terkadang harus
merasakan empati-empati dari orang-orang yang tengah tenggelam.
Dalam
prosesnya, terkadang sangat sulit untuk memaksakan harus membuat sebuah puisi
hitam ini. memang yang namanya penulis adalah pembohong sejati yang sanggup
membuat pembaca hanyut dalam aliran diksi-diksinya. Sangat sulit membuat puisi
hitam ini jika jiwa dalam keadaan yang biasa ataupun tengah tenang, tak ada
puisi yang tercipta, tak ada puisi bagi sang pekat. Namun jika memaksakan diri
untuk menulis, maka rasa empati dari sang penulis akan semakin menjadi peka dan
membuatnya menjadi orang yang lebih sensitif, rasanya ini adalah keuntungan
dari puisi hitam ini. Dan namun jika jalur puisi ini yang kau pilih, maka jalur
pikiran yang terbuka dan bebas akan selalu menggelayuti pikiranmu dan tak ada
lagi kekang yang bisa menjeratmu, apapun itu. Dan itu adalah kekurangan dari
puisi hitam ini, sebuah dilema yang menghitamkan pekat.

No comments: