Sepotong
Patah-patah
Mengurung
diri dalam selimut merah berdarah
Rentetan
tawa-tawa bergejolak mengoyak rahim yang terbelah
Darah
merah bercucuran, patah-patah lengan dan kaki
Berkubang
dalam merah, sang jabang bayi terseret keluar dari jalannya
Dan
merengek dingin menuju kematian bersama sang ibu
Tubuh
yang terpatah-patah menengadah pasrah
Luka-luka
lama yang tak tau menau mengiris paksa tatanan sosial lagi
Dan
tubuh-tubuh yang berserakan akan menutupi aib sang pemotong
Yang
mengotong-gotong lukanya dan luka-luka dari sang ibu dan jabang bayi
Menuju
padang ilalang yang akan menghilangkan semua duka yang sakit
Manusia
sakit! manusia yang terlahir dengan rasa sakit
Mematikan
diri dengan rasa sakit yang amit-amit!
Anjrit!
Apa lagi yang bisa ku tuliskan untuk menggambar betapa indahnya perbuatanmu?
No comments: