UNTUK DOSA-DOSAKU, KALIAN LUAR BIASA
Apa lagi ini?
Kata-kata di benakku membuatku
terkekeh
Saat tanpa sengaja menemukan judul
ini
Apa yang paling berharga dari sebuah
dosa
Apa yang paling keren dari sebuah
dosa
Dan apa yang paling menyenangkan dari
sebuah dosa
Ah, aku pikir aku akan melepaskan
sejenak hatiku untuk yang satu ini
Bag lembaran usang para waktu
Jejak-jejakku menggoreskan tinta
hitam di kelunya batin
Sebuah hidup yang terus berdetak
tanpa gertak
Namun dosa selalu mengalir bag titian
waktu yang menggerutu
Dan tak ada atau bahkan terlintas
sedikitpun akan pahala
Yang ada hanya dosa, para dosa yang
terus tumbuh mengekor
Ah, mereka nampak seperti cermin
negatif saat coba ku lihat
Dan ku dapati wajah diri yang asam
lagi segar
Satu wajah yang ku benci namun tak
bisa ku dosai
Kalian, para dosaku sungguh sebuah
nostalgia untuk rentetan waktuku
Dan sebuah keluarbiasaan yang tak
mungkin pernah bisa terulang lagi
Sekali untuk seumur hidup, ku pahat
dosa-dosa
Yang akan ku sajikan dan hidangkan
untuk Tuhan
Dan memberikan secuil gelak tawa
untuk para Setan
Ah, dosa-dosaku sungguh
menostalgiakan kerinduanku
Yang menggoreskan kebencianku yang
tak tertolong, yang terus melolong
Begitu pun para dosaku, akan terus ku
ukir hingga akhir detak waktuku
No comments: