Header Ads

Antrean Baca
recent

RENTETAN NOSTALGIA


Meski kini terbangun sendiri setiap kali menoleh ke pundak
Namun rasa hangat dari keringat dan nafas mu masih berjelaga di dinding memori
Aku hanya tak percaya waktu yang sudah lama kita injak bersama-sama
Terasa begitu cepat saat jelagamu benar-benar terjegal
Meski kini langkah kakiku tak lagi serempak dengan tapak kakimu
Namun aku yakin bayang-bayang langkah kakimu masih bisa berpijak dalam anganku
Aku hanya masih tak biasa menyeret langkah kaki ini sendirian setelah sekian lama ini
Terasa begitu gigil saat menoleh tiada lagi suara tawamu yang bergema di sepanjang sore
Meski kini pangkuanku terasa ringan karena tubuhmu yang sudah mengastral
Namun hangat nostalgia yang kau tinggalkan masih mengapung-apung di benakku
Dan kini, aku pun mencoba untuk lebih kuat untuk mengukir alur waktu yang tersisa
Bersama retetan nostalgia yang kau tinggalan di relungku




No comments:

Powered by Blogger.