RENTETAN NOSTALGIA
Meski kini terbangun sendiri setiap
kali menoleh ke pundak
Namun rasa hangat dari keringat dan nafas
mu masih berjelaga di dinding memori
Aku hanya tak percaya waktu yang
sudah lama kita injak bersama-sama
Terasa begitu cepat saat jelagamu
benar-benar terjegal
Meski kini langkah kakiku tak lagi
serempak dengan tapak kakimu
Namun aku yakin bayang-bayang langkah
kakimu masih bisa berpijak dalam anganku
Aku hanya masih tak biasa menyeret
langkah kaki ini sendirian setelah sekian lama ini
Terasa begitu gigil saat menoleh
tiada lagi suara tawamu yang bergema di sepanjang sore
Meski kini pangkuanku terasa ringan
karena tubuhmu yang sudah mengastral
Namun hangat nostalgia yang kau
tinggalkan masih mengapung-apung di benakku
Dan kini, aku pun mencoba untuk lebih
kuat untuk mengukir alur waktu yang tersisa
Bersama retetan nostalgia yang kau
tinggalan di relungku

No comments: