SISA
Air mataku tak mau berhenti saat ku
putar lagu yang menyimbolkan anganku
Saat itu masih pagi dan hangat gengaman
lenganmu masih ku rasa basah
Waktu yang berjalan menggiring
langkah-langkah kita ke tempat yang berbeda
Meski begitu masih bisa ku rasakan
keberadaanmu meski sebatas imaji
Yang tersisa hanyalah lengkungan
senyummu yang kemuning di sore itu
Saat sore adalah saat yang paling kau
suka, aku masih ingat betul
Dan di setiap sore pula aku termenung
di ujung langit
Menekuk lututku, memeluknya seolah
masih bisa mendengar tawamu yg mengambang
Bersama desiran angin senja yang
selalu menguraikan indah rambut hitammu
Namun, air mataku masih saja tak bisa
terbendung saat sore mulai habis
Menyisakan kilatan biru di horison
yang mengilatkan bahwa cinta itu hal yang langka
Dan yang tersisa, hanyalah titik air
di sudut mata
No comments: