Header Ads

Antrean Baca
recent

SISA


Air mataku tak mau berhenti saat ku putar lagu yang menyimbolkan anganku
Saat itu masih pagi dan hangat gengaman lenganmu masih ku rasa basah
Waktu yang berjalan menggiring langkah-langkah kita ke tempat yang berbeda
Meski begitu masih bisa ku rasakan keberadaanmu meski sebatas imaji
Yang tersisa hanyalah lengkungan senyummu yang kemuning di sore itu
Saat sore adalah saat yang paling kau suka, aku masih ingat betul
Dan di setiap sore pula aku termenung di ujung langit
Menekuk lututku, memeluknya seolah masih bisa mendengar tawamu yg mengambang
Bersama desiran angin senja yang selalu menguraikan indah rambut hitammu
Namun, air mataku masih saja tak bisa terbendung saat sore mulai habis
Menyisakan kilatan biru di horison yang mengilatkan bahwa cinta itu hal yang langka
Dan yang tersisa, hanyalah titik air di sudut mata

No comments:

Powered by Blogger.