Header Ads

Antrean Baca
recent

ANGIN, SANG PEMBAWA LAMUNAN


Sadar, benar-benar sadar bahwa ternyata teras ini kini hanya berisi aku
Aku yang tak lebih dari secangkir teh tanpa gula darimu
Yang terbiasa menawarkan tawa canda sesaat sebelum senja di ujung horison dimulai
Dan angin senja kini menyadarkan ku, bahwa desis angin yang menubruk dedaunan
Adalah tanda bahwa aku kini hanyalah sang pemuja angin
Yang membawa diriku terbang bersama anganku yang benar-benar kekar
Yang bisa menghidupakan dirimu meski aku tau kau sudah tiada
Namun angin selalu mempunyai caranya tersendiri untuk menerbangkan anganku
Menuju duniamu yang ku isi dengan lamunan yang tak kalah nyata dengan mimpi malam
Angin, sang pembawa lamunan, atau mungkin, hanyalah caraku belum rela melepas rangkul
Yang masih ingin terus mendekap erat bayangan dirimu yang masih terus terasa
Dan akan terus terasa hingga aku ikut terbang bersama angin, ke tempatmu
Hingga tak ada lagi angin sang pembawa lamunanku




No comments:

Powered by Blogger.