LAGU DARI LANGIT
Langit sesaat tersesat, tanpa
awan-awan yang memutih dan mengguratkan rasa degup
Tertelan oleh sepenggal rasa yang
menjegal keselarasan batin
Langkah kaki yang semula tenang
perlahan menjadi liar menyepak jejak-jejak setapak
Dari kejauhan, gusar menyengat wajah
yang luluh oleh jegalan batin
Bersama langit yang masih tersesat
tanpa riasannya
Kenapa harus sekarang? Kenapa harus terjadi?
Lagu dari langit mendendangkan alunan
puja-puji bagi hati yang tercekat
Lekat dalam pelukakan air mata yang
menyapu semua rasa gusar
Menjadi ledakan emosi di ujung lagu-lagu
langit yang melangitkan raungan
Tak bisa menerima lebih cepat, tak
mau menerima lebih cepat
Rentetan nostalgia dan sisa nostalgia
yang mengalun bersama lagu dari langit
Bersimpuh peluh, tersujud menolak
ketidak-inginan akan semua yang seolah semu
Termasuk lagu dari langit ini
No comments: