RUANG KOSONG UNTUKKU
Dijejerkan dalam baris-baris
Sekat-sekatnya melekat erat, menjerat
Satu ruang kosong yang melompong
Gosong terteropong oleh jarak
pandangku
Dan aku, yang hanya mematung waktu
yang terus berdetak
Meretakkan air mata perlahan,
meletakkan karangan bunga
Sudut-sudut yang kalut
Terparut gerusan bising di pusaran
angan
Dinding-dindingnya retak terkelupas
panas ego
Dan tanpa ada lukisan yang berarti,
hanya goresan batang arang
Yang karam oleh api-api yang membakar
ujung mata
Dan aku hanya terkurung dalam kepulan
asap tanpa arah
Tersedak, tersendat, menunggu pintu
neraka ini terbuka
Dan mencabulkan semua erangan
terpendamku
Hanya ruang kosong, dan biarkan aku
liar dengan tembok-tembok
Yang tak akan ku coret-coret asal
dengan apapun
Namun kan ku pahatkan seratus satu
erangan hati yang berdiksi
Dan menjadikannya aku, yang akan
terus berdetak bersama waktu
Di dalam ruang kosongku sendiri
No comments: