MAYAT
Entah sudah berapa lama tubuhku ini hidup tanpa jiwa. Rasanya sudah
berulang kali lepas-pasang jiwa menurut suasana hati. Aku pakai yang ini, hanya
betah beberapa minggu, aku pakai yang itu, hanya betah beberapa hari.
Dan kaki-kakiku selalu berjalan tanpa otak, mengarungi hidup yang terasa
lembaran angkasa yang perkasa, dan aku hanyala titik hitam yang semakin
tenggelam. Tubuhku masih hidup, namun rasanya hatiku, bagina paling penting
telah membusuk tertusuk duri-duri kelemahan.
Sebut saja mayat, mungkin itu hal yang tepat untuk menggambarkan diri
ini. yang hidup tapi serasa mati, yang mati serasa biasanya saja. Hanya impian
dan angan-angan, yang tetap bisa menghidupkan otak yang berada di tempurung
kepalaku, dan hal itulah satu-satu motor penggerak mayatku masih bisa berjalan
dalam linglung.
Tubuhku hidup, hatiku tlah mati. Jalan hidupku semakin berliku menuju
akhir semu yang benar-benar gelap, tanpa pernah ada tangan yang mau dan peduli
mengaitku dari kubangan hitam kelam ini, tak ada satupun.
Entah berapa lagi tubuh ini benar-benar menjadi mayat yang sesungguhnya,
yang terkapar begitu saja dan dikunyah oleh bumi dnegan para belatungnya yang
kremi. Dan yang tertinggal hanyalah buah tanganku, karya-karyaku, bukti
sepenggal hatiku yang pernah hidup, yang melintasi jagat maya. Puisi-puisi
basiku yang tak akan pernah membusuk seperti tubuhku. Meski aku telah berubah
menjadi mayat seutuhnya, namun isi otak hatiku masih akan tetap mengabadi,
mengutuk jejak hidupku yang terantuk kelemahan.
No comments: