Header Ads

Antrean Baca
recent

MAYAT


Entah sudah berapa lama tubuhku ini hidup tanpa jiwa. Rasanya sudah berulang kali lepas-pasang jiwa menurut suasana hati. Aku pakai yang ini, hanya betah beberapa minggu, aku pakai yang itu, hanya betah beberapa hari.
Dan kaki-kakiku selalu berjalan tanpa otak, mengarungi hidup yang terasa lembaran angkasa yang perkasa, dan aku hanyala titik hitam yang semakin tenggelam. Tubuhku masih hidup, namun rasanya hatiku, bagina paling penting telah membusuk tertusuk duri-duri kelemahan.
Sebut saja mayat, mungkin itu hal yang tepat untuk menggambarkan diri ini. yang hidup tapi serasa mati, yang mati serasa biasanya saja. Hanya impian dan angan-angan, yang tetap bisa menghidupkan otak yang berada di tempurung kepalaku, dan hal itulah satu-satu motor penggerak mayatku masih bisa berjalan dalam linglung.
Tubuhku hidup, hatiku tlah mati. Jalan hidupku semakin berliku menuju akhir semu yang benar-benar gelap, tanpa pernah ada tangan yang mau dan peduli mengaitku dari kubangan hitam kelam ini, tak ada satupun.
Entah berapa lagi tubuh ini benar-benar menjadi mayat yang sesungguhnya, yang terkapar begitu saja dan dikunyah oleh bumi dnegan para belatungnya yang kremi. Dan yang tertinggal hanyalah buah tanganku, karya-karyaku, bukti sepenggal hatiku yang pernah hidup, yang melintasi jagat maya. Puisi-puisi basiku yang tak akan pernah membusuk seperti tubuhku. Meski aku telah berubah menjadi mayat seutuhnya, namun isi otak hatiku masih akan tetap mengabadi, mengutuk jejak hidupku yang terantuk kelemahan.

No comments:

Powered by Blogger.