GULA DI UJUNG DARAH
Adalah
aroma khas yang menyeruak dari dalam siklus kehidupan
Anugrah
terliar yang ada pada endapan diri makhluk bergelar manusia
Memandang
yang paling elok dan dipenuhi pesolek bidadari
Angan-angan
akan kelezatan terbayang dipelupuk gila yang mulai dipenuhi lendir
Yang
mendambakan anyir legit dari tanda kemurnian diri
Diri
mengigil kelu hanya dengan membayangkan aromanya yg khas
Seorang
psikosex mengigit bibirnya dalam menelan imaji
Menganggap
kekar gelarnya atas dominasi
Dan
memasang tanda atas situasi yang akan mendukung imannya
Gula
di ujung darah, menjadikan anyir sebagai sensasi kepuasan diri
Dan
jika menolak kekidakpatuhan akan jalur imaji yang dipegangnya
Tanpa
peduli teriakan yang melolong di balik rintihan
Anyir
darah tak akan hanya mengalir dari satu imaji
Namun
menyeret imaji-imaji lain yg lebih fantastis
Perancah
payah yang menjengahkan gelar kemanusia kuno yg barbar
Rasanya
tak berlebihan jika kau menelan lendir kutukan atas imajimu yg kadaluarsa
No comments: